.

Mau Kaya Berwiraswastalah

Pendidikan sekolah Indonesia selalu mencetak manusia menjadi pegawai. Sekolah mengunggulkan lulusannya banyak bekerja di perusahaan besar. Sekolah menawarkan penyaluran tenaga kerja untuk promosi sekolahnya. Hal ini sungguh memalukan di tengah maraknya era globalisasi. Orang tua merasa bangga jika anaknya sudah bekerja di perusahaan besar. Orang tua mengharapkan anaknya dapat jabatan penting di perusahaan dan dapat berkarir di perusahaan orang lain tersebut. Pola pikir yang sama ini terus ditanamkan dalam pikiran kita dan anak - anak kita. Pola pikir pegawai ini telah mendarah daging di dalam diri kita.

Perhatikan bangsa - bangsa maju seperti Jepang. Hampir seluruh generasi mudanya adalah pengusaha. Orang yang jadi pegawai adalah orang - orang tua yang sudah pensiun. Maka itu bangsa Jepang sangat maju. Lalu bagaimana bangsa kita ? Bangsa Indonesia , yang generasinya telah dicekoki dengan pola pikir yang salah.

Kita pastinya takut untuk mulai berusaha, hal yang paling kita takutkan dalam berwiraswata adalah kita takut kalau gagal, maka itu orang tua kita menyarankan kita agar lebih baik melamar kerja di perusahaan besar. Pikiran takut gagal , dan takut rugi , serta tak bisa makan nanti bila usaha kita bangkrut , membuat keputusan untuk menjadi pegawai adalah solusi yang paling baik. Kita melihat banyak tetangga kita yang sudah berhasil dan sukses dengan bekerja di kantor. Kita melihat ada seorang satpam , tapi bisa punya rumah dan mobil. Kita melihat banyak pegawai rendahan yang sukses. Tapi apakah menurut Anda semua pencapaian yang mereka lakukan itu adalah kejujuran ?

Ada tetangga saya yang sangat sukses , sekarang dia melakukan bisnis ekspor impor. Awalnya saya kagum padanya, namun setelah sekian lama mengenalnya , saya jadi tahu. Dia sukses karena mengambil job dari perusahaannya. Tender yang harusnya masuk perusahaan , ternyata dia ambil sendiri. Hingga sekarang dia telah menghasilkan banyak uang dari tender yang dia ambil dari perusahaan tersebut.

Ada tetangga saya yang hanya seorang satpam, namun bisa beli rumah dan mobil. Ketika saya pelajari ternyata dia membeli rumahnya dengan cara dicicil, dan mobil yang dibeli ternyata hasil pembagian warisan orang tuanya. Jadi pada dasarnya seorang pegawai tak ada yang akan sukses dan kaya, kecuali gajinya besar , korupsi atau dapat warisan.

Namun saya  ada kisah juga tentang seorang tukang nasi goreng yang jualan di sekitar perumahan saya. Tampangnya persis orang susah, dagangannya pun seperti tidak laku banget, karena ia berjualan keliling di perumahan kami saja. Tapi ketika tetangga saya menawarkan menjual mobil bekasnya. Tukang nasi goreng tersebut berani menawar dengan harga 80 juta. Saya pun kaget mendengarnya, orang yang kelihatan usahanya sepi dan tidak maju ternyata memiliki tabungan dan uang yang sangat banyak.

Semoga kisah saya ini dapat membuat pola pikir Anda untuk mulai berwiraswata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar