.

Mulutmu Harimaumu

mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumumu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu mulutmu harimaumu
Setiap perkataan yang keluar dari mulut adalah sangat penting. Maka itu ada peribahasa " Mulutmu adalah Harimaumu "  Jika kita salah dalam berkata , maka harimau itu akan salah memakan yaitu memakan diri sendiri. Jika kita benar dalam berkata , maka harimau kita ini menjadi kekuatan dan keseganan bagi orang lain. Dalam bersosial dan berkeluarga sangat penting kita menjaga semua perkataan . Jangan terlalu cepat mengucapkan sesuatu ! Lebih baik Anda pikir masak - masak sebelum mengatakan , sebab itu menjadi senjata kita atau malah menjadi senjata lawan untuk mengalahkan kita.

Dalam kehidupan berumah tangga kekuatan kata - kata kita , menjadi senjata paling ampuh dalam membina rumah tangga. Khususnya Anda sebagai kepala keluarga dan orang tua. Ketika kita memutuskan sesuatu dengan perkataan , maka peganglah teguh perkataan dan keputusan tersebut. Sebab itulah senjata Anda. Setiap perkataan adalah senjata Anda , dan harus Anda pegang kuat - kuat senjata Anda tersebut. Layaknya seorang yang akan berperang , maka kata - kata ini lah senjata untuk melindungi diri dan mengalahkan musuh Anda. Dalam hubungan suami istri , memang bukanlah peperangan. Keputusan yang diambil harus keputusan bersama . Tapi ada kalanya sebagai seorang suami dan kepala keluarga Anda harus mengambil keputusan dan bersikap keras terhadap keputusan tersebut. Agar semua anggota keluarga termasuk istri Anda patuh pada Anda , maka Anda harus punya senjata yang kuat. Senjata itu adalah ketetapan Anda untuk memegang kata - kata Anda. Secara umumnya Anda harus konsisten  dengan apa yang telah Anda ucapkan. Ada peribahasa juga untuk menjelaskan ini , " Janganlah menjilat ludah sendiri !"

Memang terkesan sangat extrim atau dapat dikatakan kita keras kepala. Tapi berikut ini manfaat dari konsistensi memegang kata - kata :
  1. Patuh . Jika Anda konsisten dengan apa yang Anda ucapkan , maka istri Anda tidak berani melawan semua perkataan Anda. Istri dan anak Anda tahu, bahwa Anda tidak pernah main - main dengan ucapan Anda.
  2. Menjaga Hubungan Langgeng. Kepatuhan istri dan anak pada suami ,membuat hubungan rumah tangga menjadi langgeng, sebab hanya ada satu suara dalam mengambil keputusan. Hal ini berakibat tidak perlu ada diskusi yang dapat menimbulkan keributan rumah tangga.

Tapi bukan berarti kita asal saja dalam mengambil keputusan dan konsisten dengan ucapan atau kata - kata kita . Berikut ini adalah syarat dan cara menjaga konsistensi kita:
  1. Diskusi. Sebelum mengambil keputusan , sebaiknya diskusilah dahulu. Namun bila tidak ada mufakat dan solusi , maka saatnya sebagai kepala keluarga dan pemimpin rumah tangga untuk memutuskan .
  2. Kepentingan bersama. Semua keputusan harus diambil untuk kepentingan bersama. Ketika tidak ada mufakat , Anda harus mengambil keputusan , tapi keputusan ini harus berdasarkan kepentingan bersama untuk semua anggota keluarga.
  3. Konsisten dengan keputusan Anda. Ini adalah intinya. Kita harus  mempertahankan keputusan yang telah diambil . Ada saatnya kita salah atau terlalu terburu -buru dalam mengambil keputusan. Tapi semua keputusan ini harus kita pertahankan.Memang akan sangat merugikan anggota keluarga lainnya. Namun langkah pertama adalah mematuhi keputusan yang telah kita buat dulu, baru setelah berjalan ,kita adakan perubahan dulu atau diskusi lagi untuk mengambil keputasan yang baru. Tapi ingat pertahankan dan jalankan keputusan itu dulu , baru rapat lagi dan minta maaf bila keputusan yang kita ambil adalah salah.

Semoga Anda selalu berhati - hati dengan harimau atau kata - kata Anda sendiri, baik dalam keluarga maupun di hubungan masyarakat lainnya.

    

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar