.

Mendidik Anak Berdemokrasi


mendidik anak
Bangsa kita saat ini sedang belajar menjunjung tinggi nilai demokrasi. Proses pendidikan itu akan lebih efektif bila dimulai dari dalam keluarga dan dalam dunia pendidikan formal.Usia balita serta usia anak – anak adalah saat yang tepat untuk mengawali proses belajar demokrasi. Di bawah ini panduan yang dapat membantu orang tua menanamkan nilai – nilai demokrasi dalam diri anak.
  • Berikan perhatian dengan serius pada anak yang sedang berusaha menyampaikan perasaan, pendapat atau cerita dengan cara memandangnya.
  • Usahakan untuk selalu mendengarkan pembicaraan mereka dengan kontak mata serta member ekspresi yang sesuai. Jangan menunjukkan rasa geli, misalnya dengan menertawakan bila anak tidak mengharapkannya karena dia akan mengira Anda meremehkannya.
  • Sebelum memberikan hukuman, berikan kesempatan pada anak untuk menjelaskan duduk persoalannya, kemudian berikan hukuman sesuai dengan kesalahannya disertai penjelasan mengapa hukuman harus diberikan. Hindari hukuman fisik.
  • Hindari kesan memerintah dalam meminta si anak untuk melakukan sesuatu. Gunakan kata “ tolong” sehingga hal yang kita sampaikan lebih bersifat ajakan ketimbang perintah.
  • Libatkan anak dalam pengambilan keputusan, misalnya dalam menentukan menu makanan, tujuan rekreasi, program TV atau VCD yang sesuai dengan usia mereka untuk menghindari kesan mendikte.

Khusus untuk para guru, hal – hal berikut bisa dilakukan

  • Jadikan siswa sebagai subjek atau teman dalam proses belajar- mengajar. Berikan mereka kesempatan untuk mengutarakan pendapatnya sendiri dalam menjawab suatu pertanyaan.
  • Sebagai pendidik, belajarlah berlapang dada dalam menerima kritik murid.
  • Bersikap adil, terbuka, konsisten, dan bijaksana dalam memberikan hukuman kepada murid yang bersalah.
  • Hindari mencaci maki atau memarahi murid di hadapan teman – temannya, karena harga dirinya, mereka akan terkoyak.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar