.

Lima Pegangan untuk Hidup

Lima Pegangan untuk Hidup
  1. Jangan biarkan masa lalu menguasaimu Perasaan bersalah dapat memberatkah hidup saat ini. Luka - luka hidup di masa lalu memunculkan balas dendam. Kita berusaha agar tak mudah jatuh dalam pemikiran yang negatif. Kerjakan apa yang bisa Anda lakukan. Sekali Anda menyesal dan bertobat, Allah mengampuni dan melupakan. Percaya kepada belas kasih - Nya. Bila terganggu oleh perasaan / kesalahan dan luka - luka hidup di masa lalu, katakanlah, " Aku tak ingin memikirkan lagi. " Kerjakan apa yang sedang Anda lakukan.  Anda berada dalam posisi yang lebih baik bila Anda memaafkan mereka yang menyakiti Anda. Bebaskanlah dirimu dari balas dendam, iri, dan dengki dengan permohonan rahmat untuk mengampuni, bahkan jika Anda berat melakukannya. Bila kehendak untuk mengampuni, akan muncul tindakkan untuk mengampuni.  "Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum, ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi, suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang, dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (Luk 6 : 37 - 38 )
  2. Jangan khawatir atau takut menghadapi masa depan. Hidup untuk saat ini dan di sini berarti mengatakan "TIDAK" untuk kegelapan dan pikiran - pikiran yang menakutkan / mengkhawatirkan mengenai masa datang. Sebelum pergi tidur malam berdoalah seperti St. Francis de Sales. Ia menulisnya untuk membantu dirinya sendiri berkenan dengan kekhawatiran / ketakutan yang terus menerus. "Janganlah khawatir akan apa yang akan terjadi hari esok. Allah yang mencintai kita hari ini dan yang memperhatikan kita hari ini, juga akan melindungi kita dari segala penderitaan. Dan ia akan memberi kekuatan yang tak habis - habisnya untuk memanggul salib kehidupan. Hadirlah damai, dan menyingkirkan segala pikiran dan bayang - bayang kegelisahan." Mengapa merusak saat sekarang ini dengan kegelisahan dan kekhawatiran ? Hari ii telah kamu dapatkan. Hari kemarin telah berlalu, dan hari esol masih fantasi. Sembilan puluh persen hal - hal yang kita khwatirkan tak pernah terjadi. Silahkan kita membuat rencana untuk masa depan, tetapi kita bisa belajar untuk melakukan itu tanpa kegelisahan yang tak perlu. "Jadi akhirnya, saudara - saudara, semua yang benar , semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci. semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu ... maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu ( Fil 4 : 8 , 9 )
  3. Jadilah seorang yang berbuat, jangan seorang yang mudah cemas. Orang yang tak cemas tak pernah bisa membuat kue yang enak. Tak pernah bisa membangun sebuah jembatan, atau memecahkan suatau persoalan. Jika ditambah lagi dengan cerewet, membuat keadaan tak menjadi lebih baik. Berbuatlah yang terbaik, dan mencoba membuat dunia Anda menjadi lebih indah. Jangan mudah dikuasai oleh ketakutan akan gagal. " Karena itu, aku berkata kepadamu: Janganlah  khwatir akan hidupmu .... ... Siapakah di antara kamu yang karena kekhwatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya ? ... ... Sebab itu , janganlah kamu khawatir akan hari esok, karena hari esol mempunyai kesusahannya sendiri .. ( Mat 6 : 25,27, 34 ).
  4. Usahakanlah jangan sedih dan muram dalam segala situasi. Kegimbaraan dalam segala situasi adalah keinginan setiap orang. Setiap orang memang harus menanggung kemalangan - kemalangan yang tak terhindarkan, terlepas apakah mereka suka atau tidak. Kalau kita dipanggil mengikuti Kristus dengan memanggul salib kita, kita tidak dipanggil untuk mengikutiNya dengan wajah sedih dan muram. Kegimbaraan melampui kemuraman. Meskipun sakit, dan air mata menetes karena penderitaan hidup, kita tetap percaya akan penyelenggaraan dan perlindungan dari Allah. "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. " ( Mat 6 : 16 -18 ) " Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya" ( Yes 40 : 29 )
  5. Tolak segala bentuk kasihan pada diri sendiri. Kasihan pada diri sendiri adalah diri yang mudah kalah, mudah menyerah dan meratap. Hal ini bisa memperlemah semangat. Di samping itu, tak seorang pun suka untuk mendengar litani daftar keluhan. Mengapa membebani orang lain dengan keluhan dan ratapanmu ? " Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu " ( 1 Tes 5 : 16 - 18 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar