.

Tujuh Dosa Mematikan

Tujuh Dosa Mematikan
  1. Kesombongan. Dekat dengan rasa angkuh ( arogan ) dan gegabah. Lawan dari kesombongan ialah rendah hati ( humility ). Maksudnya, sangat menghargai kebenaran. Melihat diri apa adanya. Menurut pendeta Gale Webbe, " proporsi yang benar adalah esensi rendah hati " (bdk. Mikha 6 : 8 )
  2. Kemalasan. Racun rohani dan fisik. Jangan dibingungkan dengan kebutuhan istirahat dan relaksasi untuk kesehatan. Penulis William Rushman memberikan contoh: seperti orang tua yang memerintah anak - anaknya untuk segera pergi tidur, karena orang tua ingin melihat TV. Mereka tidak membacakan dongeng atau bermain dengan anak - anak mereka. Atau, orang - orang bisnis yang tidak mengecek apakah praktik bisnisnya sudah menurut hukum. Sebaliknya, ada orang yang begitu antusias bekerja demi kebaikan sesama. Hampir 20 tahun yang lalu, seorang insinyur menjadi aktivis setelah ada kebocoran pabrik gas di Bhopal, India yang membunuh ratusan dan membuat cacat banyak orang. Pertama - tama, Sathyu Sarangi mendirikan sebuah klinik di sana. Lalu, dia dan dua temannya melakukan mogok makan sambil mendesak pemerintah untuk bertanggung jawab atas musibah itu dan membagikan bantuan bencana itu dengan baik. Setelah beberapa minggu, pengadilan menerima tuntutan mereka dan pemerintah setuju untuk memperbaiki dalam penyaluran bantuan. (bdk. 1 Sam 2:3)
  3. Kerakusan (gluttony) - Rakus dapat berarti makan dan minum begitu banyak, tapi juga disertai maksud - maksud lain. Dalam bukunya Reassessing : A Piety of Possessions and Relationship, Arthur Jones bertanya, " Apakah saya membanggakan diri sebagai peminum anggur, sebagai pemakan ? Pilih - pilih apa yang saya akan makan ? Apakah saya doyan makan malam yang lezat atau akan masuk dalam sampah kekurangan gizi ? Apakah saya menyadari adakah perbedaan antara makanan pokok untuk hidup dan jumlah makanan yang melimpah ? Saya mengambilnya secara cuma - cuma ? Apakah saya tahu kapan untuk mengatakan " tidak "? Ada banyak cara membagikan kelimpahan dan berkat kepada yang lain. ( bdk. Kis 2 : 46 - 47 )
  4. Serakah (greed) - Serakah ialah cinta yang berlebihan akan kekayaan. Bila mengumpulkan uang dan menumpuk harta milih menjadi tujuan pada dirinya sendiri, ketamakan dapat menjadi pendorong akan ketidakadilan. Mengenai skandal bisnis akhir - akhir ini, Charles E. Bouchard OP menulis, " Penipuan praktik akunting, termasuk di dalamnya perdagangan dan pemberian kompensasi pada para eksekutif yang besar - besaran tak hanya membuat bangkrut beberapa perusahaan besar, tetapi juga membuat kehilangan pekerjaan dan kesejahteraan hari tua ribuan pekerja. Bouchard mengakui bahwa melimpahnya kesempatan dan fasilitas dalam masyarakat kita membuat kita sulit untuk mentukan batas. Selalu ada rumah yang lebih besar, pekerjaan yang lebih baik, gaji yang lebih tinggi. Tapi, keutamaan akan murah hati dapat membuat kontra ini. " Kemurahan hati ialah tanda akan syukur. Bicara tentang kebebasan batin. Segala sesuatu yang ada pada kita, apa yang dapat kita lakukan dan yang kita punyai adalah berharga. Itu memberkati kita dan membebaskan kita sejauh kita dapat mengenal dan menghormati semuanya itu sebagai pemberian Allah, " tulis Bernard Haring dalam The Virtues of an Aunthentic Life" (bdk. 1 Tim 6 :18)
  5. Kemarahan (anger ) - " Bila kamu mengubah kekuatan marah yang hebat dan mengetrapkannya pada problem - problem dalam hidupmu, kamu secara mendadakm menyadari bahwa kamu tidak harus tetap terjerat oleh pengalaman - pengalaman yang menyakitkan, " kata penulis Neil Clark Warren. Ben Carson adalah seorang muda pemarah yang tumbuh dalam masyarakat miskin di Detroit pada tahun 1950. Ketika remaja ia mencoba mencabut pisau dan mengarahkan ke teman karena dia meminta gelombang radia tanpa bertanya dulu. Carson dikejutkan oleh apa yang sedang terjadi, bekerja lebih keras pada disiplin diri. Pada akhirnya, ia memusatkan diri untuk menjadi ahli bedah. Juga ada kemarahan yang benar. Mother Against Drunk Driving ( MADD) didirikan oleh Candy Lightner setelah anaknya yang berumur 13 tahun tewas tertabrak oleh sopir yang mabuk pada tahun 1980. Belajar bahwa sopir yang mabuk keluar dari jendela pada saat tabrakkan berikutnya, Lightner yang marah dan berduka mengorganisasi kelompok untuk memperjuangkan hukum yang lebih kuat dan melawan mereka yang mabuk dan mengendarai mobil ( bdk. Yak 1 :19 )
  6. Nafsu ( lust ) - Dalam bukunya, The Seven Deadly SIns Today, Henry Fairlie menulis, " Rakus dan nafsu adalah dosa - dosa karena menyalahgunakan sesuatu yang pokok / penting dalam kelangsungan hidup kita." Nafsu adalah candu dan atau gemar akan kenikmatan seksual. Penyalah gunaan seksualitas dapat mengarah pada konsekuensi yang membahayakan. Pria dan wanita tercipta dalam citra Allah, mempunyai martabat yang melekat pada  dirinya. Itu mudah untuk melupakan bila seks menjadi suatu komoditas. Penurunan martabat yang disebabkan oleh prostitusi atau pornografi melukai, baik induvidu maupun komunitas. Penulis spiritual Catherine Doherty menyebutk kemurnian sebagai tatanan yang pantas atau tingkah seksual yang suci, suatu keutamaan sosial. Ia mengatakan itu, " membawa nafas Allah - kemurnian, keindahan, keluguan, kekanak - kanak - pada dunia yang kenyang dengan dosa dan penyimpangan seksual. " Terlalu banyak nafsu, bagaimana pun juga mengungkapkan, condong menjadi sementara dan sendiri. Cinta manusiawi yang benar tumbuh subur dalam komitmen perkawinan yang langgeng, seperti rasa hormat, setia dan sukacita. ( bdk. Mzm 10 :2 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar