.

Lima Langkah Pokok Menuju ke Kelimpahan Hidup


Lima Langkah Pokok Menuju ke Kelimpahan Hidup
Menerima diri
Sudah jelas bahwa semua pertumbuhan mulai dengan menerima diri penuh kegembiraan. Mereka tidak hidup untuk janji – janji di hari esok atau kemampuan yang pada suatu hari nanti akan diwahyukan. Dengan menerima diri seseorang memiliki kesadaran yang peka akan hal – hal remeh, seperti cara mereka tersenyum dan berjalan, bakat – bakat alamiah yang diberikan kepadanya, sampai pada nilai – nilai yang harus mereka bina. Bila mereka menemukan kekurangan – kekurangan dan keterbatasan dalam diri mereka, mereka tergerak hatinya. Mereka mencoba untuk mengerti, bukannya mempersalahkan diri mereka. Penerimaan diri yang penuh sukacita mempunyai gambaran baik terhadap diri sendiri dan rasa syukur akan diri sendiri bagaikan batu dasar yang menjadi awal air terjun yang memunculkan kelimpahan hidup.

Menjadi diri sendiri
Sebagian besar dari kita terbujuk untuk memakai topeng dan bersandiwara. Mekanisme mempertahankan diri dibangun utnuk melindungi diri dari rasa was – was akan kemungkina terluka lebih jauh. Seharusnya kita bebas untuk memiliki dan mengungkapkan emosi, gagasan dan pilihan – pilihan kita. Individu – individu yang otentik dapat memikirkan pandapat – pendapat mereka dan menentukan pilihan – pilihan mereka sendiri. Mereka tak perlu lagi merengek – rengek memerlukan persetujuan dari orang lain. Mereka tidak berkhianat kepada siapa pun. Perasaan, pikiran, dan pilihan mereka tidaklah untuk disewakan.

Melupakan diri sendiri dalam mencinta
Mereka belajar keluar dari dalam diri merek dalam perhatian dan keterlibatan bagi orang lain. Mereka dipenuhi oleh rasa empati yang membuat mereka mampu untuk seperasaan dengan orang lain secara spontan dan mendalam. Mereka menjadi “manusia bagi orang lain” dan orang – orang lain begitu penuh kasih sayang pada mereka. Mereka akan melindungi orang – orang yang mereka cintai dengan hidup mereka sendiri.

Percaya
Orang percaya menemukan arti dalam hidupnya. Arti dalam istilah Viktor Frankl disebut “panggilan atau tugas perutusan khusus dalam hidup”. Penyerahan diri pada tugas dalam hidup ini mengangkat mereka di atas kepicikan.

Menjadi bagian dari suatu komunitas
Mereka memiliki rasa menjadi bagian dari suatu komunitas ( a sense of community ). Komunitas adalah persekutuan orang – orang yang “hidup dalam kebersamaan “ , secara timbal balik membagi harta milik mereka yang paling berharga, yakni diri mereka sendiri. Sebaliknya, sikap mengurung diri selalu merugikan dan bersifat merusak.

1 komentar: