.

Bernafaslah dengan benar, Usia Panjang

Bernafaslah dengan benar, Usia Panjang
Nafas merupakan elemen terpenting dalam eksistensi kita sebagai mahkluk hidup. Nafas selalu bersama kita setiap detik yang kita miliki. Tak ada nafas,berarti kita mati. Anda tentu tahu pola nafas kita sering dipengaruhi oleh perubahan emosi. Saat sedang nervous, nafas biasanya lebih cepat. Saat sedang stress, kita cenderung menahan nafas dan seperti melepaskan beban berat saat mengeluarkannya. Saat depresi, kita cenderung bernafas tipis - tipis dan ketika berbicara seperti berbisik - bisik. Saat sikap tubuh tidak benar, nafas yang kita ambil  pun dangkalm kurang dari jumlah seharusnya. Sudahkah Anda mengontrol nafas dengan benar ? Meski tampaknya sepele, mengontrol nafas punya banyak manfaat.

Pernapasan Terapeutik
Kita normalnya melakukan 14 - 18 kali pernapasan dalam 1 menit. Namun ada teknik pernapasan lain, yakni terapeutik, yang melakukan kurang dari 10 kali pernapasan dalam 1 menit. Teknik pernapasan dengan cara memperlama waktu pembuangan nafas ini telah diketahui mempunyai kesehatan. Menurut Henry Black, MD, kepala bagian pencegahan penyakit di Rush - Presbyterian St. Luke's Medical Center di Chicago, AS, teknik pernapasan ini dapat menurunkan tekanan darah sebanyak 14 poin sistolik dan 9 poin sistolik pada pengidap hipertensi. Pengidap hipertensi (tekanan darah di atas 140 poin sistolik dan 90 poin diastolik) mempunyai resiko yang lebih tinggi untuk mengalami stroke, penyakit jantung, dan komplikasi lainnya.

Dari penelitian diketahui, meskipun setelah latihan therapeutik breathing ini pola pernapasan anda kembali ke pola semula, manfaat latihan itu terakumulasi dan menciptakan tekanan darah yang lebih rendah. Bentuk pernapasan terapeutik ini bermacam - macam. Bisa dengan yoga, meditasi, atau teknik relaksasi  lainnya. " Biasanya awalnya sedikit susah, jadi ada baiknya dipandu pelatih," kata Black. Prinsipnya, Anda perlu mengenali dulu pola pernapasan Anda sendiri, kemudian belajar mengubahnya ke dalam pola yang bisa membantu Anda rileks.

Teknik lain
Selain teknik terapeutik, beberapa latihan nafas berikut bisa dicoba. Yang perlu diingat, saat melakukannya, gunakan tempat yang bebas dari gangguan, posisikan tubuh secara nyaman, dan singkirkan dulu rasa cemas dan pikiran lain yang mengganggu.


  1. Pernapasan Ritmik. Jika Anda punya nafas yang pendek dengan ritme cepat, perlambatlah dengan nafas yang panjang dan pelan.Hirup nafas dengan lambat, lalu keluarkan dengan pelan. Hitung dengan lambat sampai lima ketika Anda menghirup nafas, lalu hitung sampa lima ketika ANda mengeluarkannya. Saat mengeluarkan nafas, kosongkan pikiran sehingga tubuh Anda secara alami berileksasi. Ulangi dan ulangi lagi sehingga Anda makin rileks.
  2. Pernapasan dalam. Bayangkan sebuah titik tepat di bawah pusar Anda. Hiruplah nafas dan masukkan nafas itu ke dalam titik itu. Isi perut Anda dengan udara, lalu biarkan nafas Anda keluar dengan perlahan, seperti orang mengempiskan balon. Dengan pengeluaran nafas yagn lama. Anda merasa rileks.
  3. Pernapasan Visualisasi. Cara ini mengkombinasikan pernapasan lambat dengan imajinasi. Rileksasi dan gambaran itu akan masuk ke dalam pikiran , dan ketegangan pun akan keluar. Caranya, pejamkan mata Anda, lalu ambil nafas yang dalam namun dengan ritme alami. Visualisasikan nafas yang masuk ke dalam lubang hidung, ke paru - paru, dan mengisi dada dan perut. Visualisasikan nafas yang keluar dengan cara yang sama. Ulangi lagi, namun setiap menghirup nafas , bayangkan Anda tengah berada di kondisi rileks. Saat mengeluarkan nafas, bayangkan Anda tengah melepas ketegangan.
  4. Progressive Muscle Relaxation. Arahkan pikiran dan pernapasan pada diri sendiri. Ambillah nafas yang dalam beberapa kali, keluarkan dengan lambat. Dengan imajinasi Anda, scan lah tubuh Anda dan perhatikan bagian mana yang terasa kram atau tegang. Lemaskan bagian tersebut, dan lepaskan ketegangan sebanyak anda bisa. Putar kepala dengan gerakan memutar yang lembut, sekali atau dua kali. Putar kedua bahu ke depan dan belakang beberapa kali. Ulangi lagi proses pernapasan Anda. 
Dalam situasi apa latihan itu bisa dilakukan ? Tergantung pada aktivitas Anda sehari - hari. Anda bisa melatih pernapasan kapan saja. Saat sakit flu dan harus berbaring di tempat tidur, atau saat terjebak kemacetan di jalan, Anda bisa memanggil nafas, menggunakan imajinasi Anda, dan melakukan rileksasi. Latihan ini sangat portable, mudah dilakukan , dan merilekskan tubuh, mengurang stres juga tekanan darah. Selamat " bernafas" !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar