.

Cara Membangun Resiliensi

Cara Membangun Resiliensi
Resiliensi tidak dapat dibangun begitu saja, perlu dibentuk melalui pemikiran positif dan latihan pengendalian diri. Dengan pikiran positif, ia tidak akan terjebak dalam masalahnya, namun dapat melihat sisi lain dari masalah sebagai pengembangan kedewasaannya. Pada aspek perasaan positif, individu melakukan pengendalian emosi, pengendalian impuls, meningkatkan empati yang semua itu diperlukan agar tidak semakin terseret arus dalam pusaran masalah. " Yang paling penting harus terus melatih pengendalian diri. Janganlah bersikap reaktif dalam menghadapi masalah, bersikaplah proaktif. Berikan jeda waktu saat mau merespon stumulus yang datang. Ini penting agar dapat memilih respon yang tepat dan terbaik. Tidak jarang masalah menjadi semakin rumit justru karena respon kita yang tidak tepat, bukan karena masalah itu sendiri." ujar Muhamad Nanang SuprayogiM.Psi, pengajar Fakultas Psikologi Binus University.

"Setiap orang pada dasarnya memiliki kemampuan dasar resiliensi. Daya lenting individu berada dalam kemampuan individu itu sendiri. Ada 3 faktor yang dapat dilihat dari resiliensi yaitu dukungan eksternal dan sumber daya yang ada pada diri seseorang, dan kemampuan sosial.Ketiga faktor ini berperan penting, terpenuhinya ketiga komponen ini pada diri seseorang, maka semakin resiliensilah individu tersebut." ujar Debora Basaria, M.Psi, pengajar Fakultas Psikologi Universitas Bunda Mulia.

Bangun  resiliensi dengan cara bersikap objektif dalam menghadapi masalah apapun, lihatlah sesuatu secara utuh, dari berbagai sisi, agar kita dapat gambaran masalah dengan jelas, sehingga membantu kita untuk dapat survive dalam menghadapi masalah dan akhirnya membantu dalam menemukan solusinya. Selain itu bina hubungan yang saling percaya, milikilah sahabat yang bisa dijadikan tempat untuk berbagi, bercerita, agar saat ada masalah kita dapat terbantu, paling tidak untuk sekedar berbagi cerita. Tentunya persahabatan ini harus dibina berdasarkan rasa kepercayaan. Dan miliki harapan, keyakinan, dan kepercayaan diri. Individu perlu berlatih untuk mengenali perasaannya , melatih emosinya juga reaksi yang tepat,reaksi yang konsturuktif dan solutif, reaksi yang membangun dan menyelesaikan masalah.

Ada bebarapa hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan resiliensi, yaitu: kenali diri sendiri, jangan menyalahkan diri sendiri atas kemalangan yang terjadi, miliki keyakinan yang kuat, menjaga perspektif dalam hidup,tenang dan tetap menjaga pusat perhatian , serta jangan  berpikiran negatif. Harus diketahui dampak resiliensi bagi keluarga, karier secara umum adalah membuat individu mampu menghadapi segala sesuatu yang tidak menyenangkan. Pengalaman tidak menyenangkan tersebut dapat dimaknai sebagai suatu tantangan yang harus membuatnya kembal ke kondisi semula. Tentu saja kapasitas resiliensi masing - masing individu berbeda satu sama lain. Namun kembali lagi yang perlu diingat bahwa resiliensi merupakan sebuah kapasitas umum  yang dimiliki semua individu. Kesalahan umum yang dilakukan individu dalam hal resiliensi adalah tidak mau mengembangkan resiliensinya menjadi lebih baik.

Kesalahan yang umum dilakukan seseorang adalah terlalu menyalahkan diri sendiri, bersikap difensif dan tidak mau mengakui kesalahan, padahal dengan mengakui kesalahan justru akan membuat kita semakin objektif dalam melihat suatu masalah dan juga mencari solusinya. Kemudian, bersikap proyektif atau cenderung menempatkan kesalahan pada orang lain dan mencari kambing hitam. Untuk mencapai resiliensi yang baik, kedua hal itu harus dijauhi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar